Search This Blog

Diterima

Merasa diterima itu nikmat. 

Diterima, 
buat yang diterima merasa aman,

hingga, 

diterima begitu diutamakan, 
begitu didambanya, 

oleh manusia. 

Sampai-sampai, 

penerimaan buta dari orang pun, 
tidak jadi masalah. 

Penerimaan palsu pun, 
juga tidak jadi masalah. 

Yang penting, 

diterima. 

***

Sebabnya?

Ketika pada suatu titik seseorang tidak menerima, 

maka yang terjadi adalah peperangan antara benar dan salah yang selama ini dianut. 

Itu, memang tidak nyaman. 

Ketika akhirnya suatu hal yang sudah lama dipercaya akhirnya dipertanyakan dalam bentuk ketidakterimaan, 

yang terjadi bisa dua:

kebesaran hati untuk berlapang dada mengkaji ulang, 

atau,

keinstanan untuk menyalahkan pihak yang tidak menerima isinya.