Kalau diminta ngerjain sesuatu, pernah ga ngerasa kesal?
Kayak, misalkan, waktu kita kecil, orang tua rutin bilang,
"Nakk, sholat."
Kalau kamu, kesal ga?
Kalau iya, sama.
Alih-alih diperintah begitu, aku lebih memilih bersikap menjadi anak yang sangat baik sebelum perintah itu keluar.
Bangun selalu dini hari mendahului mereka.
Sholat selalu tepat waktu mendahului mereka.
Dan puncaknya, ketika akhirnya aku punya privilege tinggal sendiri di luar kota selama masa kuliah, rasanya damai.
Karena, dalam sunyi dan sepi ga ada lagi yang sibuk mempertanyakan sholatku.
Karena, sholatku akhirnya terbukti sholat yang beneran karena dari keinginan sendiri, bukan sholat yang sholat karena disuruh sholat, bukan sholat yang sholat karena tidak ingin dicap manusia buruk.
***
Dan itu,
beda.
***
Pada masa itu, pada dasarnya aku hanya ingin dipercaya, kalau, aku bukan anak yang buruk.
Ketika diperintah seperti itu, terlebih berulang, aku pada waktu itu merasa seakan aku adalah anak yang tidak baik alias anak nakal.
Aku pada waktu itu, lebih senang jika aku dipercaya kalau aku sholat dari hatiku sendiri, bukan dari karena menuruti perintah orang.
Pernah dengar semakin disuruh biasanya orang semakin enggan?
Fenomena itu, bisa dimengerti dari hal seperti itu.
Bahwasanya, sebenarnya kita hanya ingin dipercaya kalau kita
tidaklah seburuk itu.