Search This Blog

Ingin Terarah

Yeay! Kamu udah masuk 5 tahun. 

Dan kamu udah cukup umur untuk akhirnya diberi kesempatan belajar baca!

Tapi kamu sendiri belum ngerti, untuk apa belajar baca? 

Untuk apa belajar mengeja semua huruf itu?

Kamu hanya diberitahu, kalau kamu udah bisa baca, maka kamu pintar dan hebat dan akan berhasil dan sukses. 

Tapi kamu sendiri belum tahu, apa itu berhasil?

Apa itu sukses?

Yang kamu tahu, semua yang dijanjikan itu baik. 

Berpegang dengan itu, kamu pergi belajar ke sekolah. 

Di sekolah, kamu diminta untuk belajar mengeja. 

b-u-bu-d-i-di-bu-di.

b-a-ba-c-a-ca-ba-ca.

Kamu terapkan semua aturan baca itu. 

Hingga, 

saat hari ujian datang, 

semua anak diminta untuk mengeja kalimat di papan tulis satu per satu.

Hingga akhirnya giliranmu tiba. 

Kamu ejalah kalimat itu sampai akhir, tanpa intrupsi dari siapapun. 

Setelah selesai, guru memberikan feedback: 

"Kalimat yang kamu eja belum sepenuhnya benar. Pelajari lagi cara mengeja setiap huruf, bisa dengan mengamati orang lain mengeja, bisa dengan membaca kembali buku pelajaran, lalu kembali lagi dan pastikan saat itu mengejanya sudah sepenuhnya benar ya."

Kamu bingung. 

"Tapi aku salah eja di bagian mana persisnya?"

Untuk mencari tahu titik kesalahannya di mana, 

kamu sadar, 

butuh waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk menemukannya. 

Butuh jam terbang untuk belajar semua hal terkait mengeja lagi, 

butuh jam terbang untuk akhirnya bisa menemukan kesalahan itu. 

Dan itu tidak murah. 

Dan akhirnya, kamu kembali ke guru dan bertanya:

"Saya salah di bagian mana?"