Aroma kotoran telinga dan kurma,
mirip.
Siapa yang salah?
Kurma,
kotoran telinga,
atau hidung?
***
Tidak ada.
Aroma kotoran telinga dan kurma,
mirip.
Siapa yang salah?
Kurma,
kotoran telinga,
atau hidung?
***
Tidak ada.
Batuk,
centang.
Bersin,
centang.
Kentut,
Masih nihil jua.
Kenapa ya.
Padahal
kentut kan
manusiawi.
***
P.s.
Dari aku yang menanti suara kentut dari orang-orang seruang.
Di dunia data,
ada istilah GIGO.
alias:
Garbage In,
Garbage Out.
Kalau inputnya garbage,
outputnya juga garbage.
Yang jadi pertanyaan,
gimana kalau garbage-nya,
udah terlanjur masuk,
dan bertubi-tubi?
Kabar baiknya,
ada cara,
ada harapan,
supaya outputnya ga garbage juga,
walau udah makan banyak garbage.
Caranya,
dengan rutin
memasukkan input non-garbage,
yang
kalau bisa intensitasnya
melebihi input garbage itu sendiri.
Atau opsi lainnya,
olah garbage yang terlanjur masuk
hingga menjadi non-garbage.
Jadi,
pilihan itu
tetap ada di tangan,
entah itu
pasrah
sekedar menjadi garbage,
atau malah sebaliknya.
***
dan btw,
semua itu. . .
. . .bukan hanya tentang data.
Bantal itu,
ada yang soft,
ada yang firm.
Ada yang tipis,
ada yang padat.
Ada yang isi bulu,
ada yang isi perca.
Ada yang rendah,
ada yang tinggi.
Masing-masing berbeda,
dari segi rasa.
Kalau preferensimu?
Eek itu,
semua eek itu,
berlabuhnya ke mana ya?
Ke sungai?
Laut?
Daratan?
Apakah ujungnya hanya ikut terurai ke dalam tanah, lantas menjadi bahan tambahan untuknya di daratan?
![]() |
| Eek | img src: Queensland Health |
Ataukah, ujungnya terurai juga menjadi cairan, menguap ke langit, hingga akhirnya ikut menjadi bahan pembuatan awan, seperti halnya urin?