Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label tatakae. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tatakae. Tampilkan semua postingan

Investasi

Bukan hanya uang, 
yang perlu diinvestasikan.

Sesuatu, 
hal yang penting, 
yang tapinya tidak bisa diperoleh dengan uang,

juga perlu diinvestasikan.

Contohnya?

Investasi waktu dan tenaga untuk rutin berolahraga di waktu muda agar kelak di hari tua badan tetap bugar.

Contoh lainnya? Apa lagi hal lainnya yang tidak bisa diperoleh dengan uang?

( . . . ) isi sendiri. 

Puasa Internet

Kapan internet mulai booming?

Seingatku, internet mulai booming pas aku kelas 8. 

Kelas 7 belum kayaknya.

Kelas 8, google udah mulai diandalkan.

Kalau bingung, apa-apa nanya google.

Per saat itu, jendela dunia mulai terbuka lebar.

Dan sekarang, makin lebar lagi gerbangnya setelah ai macam chatgpt memasuki ranah kehidupan manusia. 

***

Hari ini, 

sepanjang siang sampai malam ini aku nyoba puasa internet. 

Hp kumatikan total.

Yang ada di hadapanku cuma boleh buku dan switch. 

Jadi tadi tanpa internet sama sekali, selama itu aku cuma ngunyah 1 bab, ngunyah 3 task animal crossing, ngunyah 1 bab, ngunyah 3 task animal crossing, ulang, dan ulang.

Rasanya senang sekaliii.

Buku yang tadinya jarang kesentuh, sekarang jadi kesentuh, jadi masuk ke diri.

Rasanya senang sekaliii.

Kali ini yang masuk bukan yang dari internet yang amat luas itu, tapi yang benar-benar kubutuhkan dalam waktu dekat.

Besok lagi.


Osu!

Dulu,
aku suka main Osu!

Aku, waktu itu, 
(lumayan) ambisius. 

Jika belum jadi peringkat 1 di leaderboard, 
terlebih itu di beatmap sepi, 
aku terus coba. 

Terus, 
terus, 

dan terus coba 
sampai akhirnya dapat peringkat 1. 

Sekarang semua itu memang sudah jadi artefak. 
(si artefak: https://osu.ppy.sh/users/2068848)

Tapi semangat itu, 
mengingatkanku arti dari belum menjadi yang terbaik. 

Menjadi belum yang terbaik, 
artinya masih ada ruang untuk balik asah diri. 

Masih ada ruang untuk mencoba. 
Masih ada ruang untuk perbaikan. 
Masih ada ruang untuk lanjut berlari. 

Dan itu, 

nagih. 

Selesaikan

Selesai itu, 
nikmaaat!
Plooong.

Jadi?
Selesaikan. 

Atau jika tidak bisa, 
cari hal lain untuk diselesaikan, 
karena ada banyak hal di dunia ini

yang bisa diselesaikan. 

Terkagum

Di antara sekumpulan tugas-tugas siswa yang di-reject, 

ketika akhirnya dipertemukan dengan tugas yang benar-benar dikerjakan dengan niat dan terlihat benar-benar dimengerti,  

buatku terkagum, 

buat hati tergerak tuk memperhatikan detil-detil kecil
namun bermakna dari si yang mengerjakan, 

seperti, 

lagu apa yang ia dengarkan saat mengerjakan tugas itu,
yang terlihat dari tangkapan layar browsernya 

sebagai salah satu syarat berkas pengumpulan tugas, 

yang menunjukkan screenshot repositori GitHub nya,
dengan tab-tab lainnya 

termasuk tab lagu itu. 

Kudengar lagu itu, 
dan makin terkagum aku dibuatnya. 

Terkagum. 

Percaya Proses

Tiga bulan lalu, 
aku diterima jadi academy code reviewer di Dicoding. 

Karena sekarang waktuku lagi longgar,
baru sekarang akhirnya aku bisa mulai aktif. 


Jadi beberapa hari belakangan,
aku ngisi waktuku buat baca-baca riwayat review reviewer lain yang udah selesai.

Daaann, 

Makin banyak riwayat review yang kubaca, 
Makin lah diri makin kesadar.

Waduh,
aku masih kurang belajar.

Waduh,
aku masih kurang ilmu.

Waduh,
berarti masih butuh waktu lagi buat beneran siap terjun nge-review.

Waduh,
muncul overwhelming.

Waduh,
bisa ga ya aku DDDDDD:


Tapi ngeliat ke belakang,
aku jelas pernah ngerasa gini juga.

Waktu dulu masih baru banget jadi siswa di Dicoding,
pas baru baca kriteria submission pertama kalinya banget itutu, 

wooogh, rasanya alien banget!!

Udahlah kriteria yang harus dipenuhi banyak, 
terus 'asing' pula.

Mau ngertiin pipreqs aja
rasanya ngangngengngong. 

Mana ada dulu muncul pikiran kalau suatu hari nanti aku malah yang jadi reviewer nya. 

Tapi yang terjadi justru begini.
Aku di waktu itu pasti ga akan percaya.


Sekarang juga sama!

Sekarang aku asing lagi, 
overthinking lagi, 

ragu lagi, 
takut lagi buat melangkah.

Itu normal!
Itu normal!

Normal kok!


Yang penting,
tetap jalani. 

Tetap jalani seperti yang udah kulakukan dulu.

Tetap jalani, layaknya sebagai siswa yang alien
yang tapinya tetap ngerjain submission nya walau masih banyak bingungnya.

Tetap jalani.

Jalani,
hingga suatu saat nanti, 

aku di saat ini, 
bakal ga percaya lagi, 

dengan apa yang kulakukan di suatu hari nanti. 


Semangat, 
percaya proses!