Laptop terpampang di depan wajah-wajah pengunjung.
Jari jemari asik mengetik dan mengarahkan cursor.
Bola-bola mata fokus menatap layar.
Menyaksikan itu,
buatku merenung,
Ah, andai aja aku juga bawa laptop,
aku jadi bisa ngerjain satu-dua kerjaan juga di sini.
***
Renungan itu akhirnya buyar kembali
setelah mengingat alasan yang kutetapkan sebelum melangkahkan kaki ke perpus.
Aku ke perpus untuk baca koleksi bukunya,
bukan untuk mengerjakan pekerjaan lainnya.
Aku ke perpus bukan untuk main hp,
tapi untuk baca koleksi buku di sana.
Aku akan menikmati waktuku sepenuhnya di perpus,
tanpa merasa bersalah meninggalkan pekerjaan sejenak selama berada di sana!
***
Tentu,
alasan ini akan berubah jika aku tinggal di dekat perpus.
Jika aku tinggal atau memiliki tanggung jawab di dekatnya setiap hari,
bukan tidak mungkin aku akan menjadi seperti para pengunjung berlaptop itu.
Yang mana,
itu juga jadi salah satu impianku.
Tinggal di dekat perpus,
atau kerja di dekat perpus.
Terwujudkah?
Aiiiihhh senangnya kalau iyaaa DDD:
Tidak terwujudkah?
Ah, bila begitu, maka seperti sekarang pun tidak apa.
Yang sesekali ke perpus,
dan benar-benar menikmati waktu di dalamnya selama berada di sana.
***
P.s. Walau ga bawa laptop, aku tetap bawa tab ke sana,
Tab / tempat mencatat ikut kubawa ke perpus supaya pikiran yang muncul dari hasil baca koleksi buku di sana bisa dikristalkan saat itu juga.
Some snapshot of them:

