Search This Blog

Semai Pertama

Pengalaman pertama selalu jadi yang paling mendebarkan, termasuk momen semai pertama.

Mumpung masih norak-noraknya, rasa pertama kali yang penuh dengan excitement ini akan kutangkap. 

Start dari tanggal 24 Maret 2026, 

day 0

Ini diaaa. Benih caisim! Dia sawi, sawi yang biasa dipakai buat pelengkap indomie atau bakso atau mie ayam.

Caisim jadi pilihan pertamaku supaya ga usah beli sawi lagi dan ga mubazir layu di kulkas karena lama ga kemakan. 

Mau makan indomie? Langsung potong aja tanaman sendiri, segar, ga pake takut layu lagi. Wuuuiii kesampaian ga ya kesampaian ga yaaa DDD:

day 1

Iniii penampakan setelah seharian mendekam di tempat gelap. Semainya pakai rockwool. Sudah mulai pecah bibitnya, walau ada beberapa yang belum terlalu pecah. 

Karena ga sabar, langsung kutaruh di bawah matahari pagi yang lembut. Cuaca lumayan cerah. 

Masih norak, aku masih sering bulak-balik merhatiin mereka. Kadang ada bulu kucing nempel, terus kusingkirin. Kepo juga kayaknya dia, si kucing tetangga belang tiga. 

Apa kalau ga disingkirin juga gapapa bulunya? Bisa jadi pupuk jangan-jangan? Atau malah bisa menghambat? Hm..

day 2

Hari kedua akhirnya udah mulai muncul daun mungil! xDDDD Masing-masing dua. 

Tapi tadi sempet insiden. Akar yang mencuat keluar di cell ke (3, 2), kukira jamur. Warnanya putih berserabut. 

Terus kucoba singkirin pakai jari. Gataunya akar? Apa bagian pentingnya? Ya pokoknya bukan jamur ternyata :(((((((( 

Gomen dek.. Semoga.. gapapa.. dan tetap bisa tumbuh normal.. Aamiin!

Cuaca hari ini: seharian mendung, dan sempat hujan.

day 3

"Udah tumbuh, Bel", kata mama pagi-pagi, tepat sebelum aku melangkahkan kaki ke luar pintu pertama kalinya hari ini. Hee, mama diam-diam ternyata kepo juga kek si kucing belang tiga 😏 😏 😏 😏 😏 😏

Si adek cell (3, 2), alhamdulillah masih ada perkembangan. Semoga beneran gapapa dan bisa terus tumbuh normal. Aamiin! 

Sisanya, tinggal satu yang belum keluar permukaan, cell (1, 3). Aku bolonginnya terlalu dalam, jadi kayaknya memang ga berhasil.. Tapi kulihat dia mulai pecah, semoga tetap bisa tumbuh juga, aamiin!

Cuaca hari ini: pagi gerimis lembut, siang sampai sore lumayan cerah.

day 4

Per hari ini aku mulai pesimis. Saat kuendus, aroma area kiri kerasa pesing. Yang paling pekat si adek cell (3, 2). Daunnya juga patah sebelah :(((

Kubelah pisahkan rockwool (3, 2), tapi jatooohh :"""

Terus kubilas, kubersihin, dan kubalikin lagi ke tempat semula. Dek.. GOMEN :(((((((((((((

Aku juga mulai was-was, ini jatuhnya kutilang (kurus tinggi langsing) atau ngga ya. Mudah-mudahan ngga mudah-mudahan ngga. 

Perkembangan paling pesat sejauh ini ada di cell (3, 5). Dia udah mulai mengeluarkan daun ketiga dan keempat. Masih ada harapan. Masih D:

Cuaca hari ini: cerah.

day 5

Ternyata cell (1, 1) justru yang lebih duluan tumbuh daun ketiganya! Baru ngeh tadi pagi DDD:

Yang buatku cemas sekarang cell sebelah adek (3, 2): si cell (3, 1). Padahal udah pagi, udah terang, udah siang juga dia daunnya ga mekar, tapi nguncup :(((

Aih.. berarti cell yang masih ada harapan dalam waktu dekat diprediksi berhasil: 

  • (1, 1) 
  • (1, 6)
  • (3, 4)
  • (3, 5)
  • (3, 6)

Cuaca hari ini: pagi siang cerah, sore hujan.

day 6

Cell (3, 1) mengering :" Kemarin dia nguncup, sekarang.. mengering.. Karena khawatir yang lain ikut mengering, siang ini aku ga taruh di bawah matahari langsung. 

Cell (1, 3) udah tumbuh daun, tapi karena terlalu dalam lubangnya jadi ga muncul-muncul DD:

Daun ketiga beberapa cell udah mulai besar. Untuk cell (1, 1), dia itu daun ketiganya beda dari yang lain. Apa jangan-jangan dia itu daun lembaganya memang 3? Yang lain cuma 2, dia 3???

Eh??

Cuaca hari ini: pagi sampai siang cerah, sore hujan deras.

Btw, aku baru ngeh mereka ada garis-garis daunnya. Udah kayak daun beneran seneng banget :")

day 7

"Kok beda-beda, Bel? Ada yang kecil, ada yang besar", komen mama.

"Kan tanaman kayak orang, Ma", jawabku.

"Oiyaya, kayak orang ada yang pendek ada yang tinggi, ada yang gemuk ada yang kurus".

Lingkungan dan keadaan juga jadi faktor. Ada yang bagian potongan rockwool-nya lebar, ada yang lebih kecil. Ada yang dapat sinar matahari lebih banyak, ada yang lebih sedikit. Ada yang dapat bagian air lebih banyak, ada yang lebih sedikit.

Alur pertumbuhannya juga beragam. Ada yang tadinya tinggi duluan, besoknya ada yang lebih tinggi. Ada yang daunnya lebih lebar, besoknya ada yang lebih lebar daunnya. Phase-nya dinamis, dan ga selalu linear. 

Sama halnya dengan kita. 

Manusia.

day 8

Hari ini proses semai kuanggap selesai. Patokannya, akarnya udah keliatan banyak, diliat dari bawah wadah. Terus juga, daun keempat udah pada mulai tumbuh walau masih kecil. 

Oke. Kutinggal bentar kan di luar, terus aku masuk dulu ke rumah buat nyiapin wadah yang lebih besar. Gataunya apa. Gataunya baru ditinggal bentar semaiannya dikencingi kucing jantan :<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Kok aku tau? KEPERGOK.

++++ yang makin ngeselin, sasaran semprotan si kucing itu cell (3, 4), yang paling lebar daunnya dan paling tinggi batangnya. Astaga.. Padahal potensial banget itu keliatannya. Sekarang batangnya malah berujung patah kena semprotan si kucing, deras kali tuh :<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Dah kutandai kucing itu. Corak belang hitam abu-abu. Resmi masuk catatan hitam.

***

-sayonara semai pertama-

Kemarin day 8, 1 April.

Sekarang 2 April. Hari ini aku mulai lanjut semai benih lainnya. Dan, seperti biasa, yang sudah bukan lagi kali pertama, kini menjadi terasa biasa, karena sudah pernah.

Selama ngerasain pengalaman semai pertama, ada was-was kutilang, terus juga masih bingung kebutuhan mereka itu lembabnya seberapa. Terus kalau udah siang, kalau udah mulai kering, boleh dilembabin lagi atau ga itu aku masih bingung-bingung. Suatu interaksi kek kucing kencing ternyata juga ada. 

Dan satu yang jadi kutau, ternyata journaling itu berguna juga, terutama untuk newcomer. Bikin jurnal perkembangan bisa ngebantu buat ngetrack, juga buat kenal sama behavior tanamannya.

Selain itu, melihat foto pertumbuhan dari hari ke hari, bisa jadi sumber kebahagaiaan tersendiri. Senang bisa memulai semai pertama. Senang bisa dapat sumber bahagia tambahan baru, dan, 

selamat jalan norak semai pertama.